Teman adalah seseorang yang selalu ada untukmu, tanpa maksud
apapun, tanpa maksud-maksud tertentu selain pertemanan itu sendiri.
Kita mengandalkan teman-teman untuk menghibur dikala
tertimpa kesusahan, untuk menjaga agar kita tetap rendah hati dikala kita
bahagia, dan tetap cukup waras untuk tidak mengakhiri hidup sendiri ketika
perasaan tertekan menghampiri. Namun yang terpenting adalah untuk tetap ada
bagi kita ketika kita sama sekali tidak membutuhkan apa-apa.
Beberapa orang tidak yakin lagi siapa saja temannya
sekarang, namun mereka yakin mereka membutuhkannya.
Beberapa orang tidak
yakin lagi siapa saja temannya sekarang, atau bahkan sudah tidak tahu lagi
apakah ia masih bisa disebut mempunyai teman, dan bahkan beberapa orang
tersebut sudah merasa tidak membutuhkan teman lagi.
Bahkan terkadang dipertemukan dengan perasaan kesepian yang
telah lama diakrabi. Terabaikan. Kita bahkan (disisi lain) tak tahu siapa yang
ingin ditemui lagi, dan tetap saja mengira ada seseorang yang selalu atau telah
lama menunggu.
“Semua orang sendirian menghadapi kematian... dan sebagian
orang tetap sendirian setelah mati,” mendesah dan mengasihani diri terkadang
itulah yang pikiran lakukan disaat mengingat-ingat bagaimana jika mati nanti.
Seperti seseorang pernah mengatakan “ Loneliness could just
kill you”,
Dan aku juga akan mengatakan sesuatu seperti “ Loneliness
ain’t gonna kill you, but instead it has been your good friends for a
while”.
No comments:
Post a Comment